Analisis Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja Pada Dinas Kebersihan Dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin


Penulis: Firmansyah
Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
Program Studi Magister Administrasi Publik
Bidang Konsentrasi: Kebijakan dan Manajemen Otonomi Daerah

Ringkasan:

Dikeluarkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 telah mengharuskan Pemerintah Daerah di Indonesia untuk melaksanakan anggaran berbasis kinerja pada tahun anggaran 2003. Dalam konteks penelitian ini adalah bagaimana Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin sebagai salah satu unit kerja Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan penyusunan anggaran berbasis kinerja, serta kendala apa saja yang dihadapi di dalam penyusunan anggaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan anggaran belanja pada Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin pada tahun anggaran 2003 serta kendala-kendala yang dihadapi.

Konsep anggaran berbasis kinerja adalah suatu sistem anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja atau output dari perencanaan alokasi biaya atau input yang ditetapkan. Penyusunan anggaran dikaitkan dengan rencana strategis dan penggunaan tolok ukur kinerja dengan memperhatikan penerapan konsep 3 E (ekonomis, efisien dan efektif) Dengan demikian setiap dana yang dialokasikan oleh suatu unit kerja dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar dapat menghasilkan pelayanan yang maksimal bagi kepentingan masyarakat.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan maksud memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat terhadap objek yang akan diteliti. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui metode wawancara mendalam kepada pegawai yang terkait dalam penyusunan anggaran. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penyusunan anggaran seperti dokumen APBD, rencana strategis, serta studi kepustakaan.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa dalam penyusunan anggaran di Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin masih belum sepenuhnya menggunakan pendekatan anggaran kinerja, terutama dalam penetapan alokasi anggarannya yang masih bersifat line item dan incremental, serta kurang memperhatikan prinsip ekonomis,efisiensi dan efektivitas. Kendala-kendala yang dihadapi adalah kemampuan sumber daya manusia aparatur yang berhubungan dengan penyusunan anggaran secara teknis masih sangat lemah, manajemen pemerintah daerah yang kurang tanggap serta perangkat peraturan pelaksana di daerah yang belum siap dalam menindaklanjuti kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Dari hasil penelitian ini disarankan agar Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjamasin untuk melakukan penyusunan anggaran dengan menggunakan pendekatan berbasis kinerja. Diperlukan adanya pendidikan dan pelatihan mengenai penyusunan anggaran yang baru bagi aparatur yang menangani anggaran serta perlu segera dikembangkannya standar pelayanan minimal di daerah.

1 comment: